Dalam model ekowisata, kegiatan pariwisata dikembangkan sebagai sebuah perjalanan (wisata) bertanggung jawab ke wilayah-wilayah alam, yang melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat (Western dalam Lindberg & Hawkins, 1993). Sedangkan menurut World Tourism Organization (WTO) dan United Nation Ecotourism Program (UNEP), ekowisata setidaknya harus melingkupi, tidak hanya memberi perhatian pada alam dan keutuhan ekologi, tetapi juga pada penduduk asli dan kultur umumnya di wilayah itu sebagai bagian dari pengalaman menarik para pengunjung (wisatawan). Ekowisata memiliki muatan pendidikan dan interpretasi sebagai bagian yang ditawarkan pada wisatawan.

Secara umum, ekowisata harus dikembangkan secara partisipatif dimana peran serta masyarakat lebih diutamakan misalnya dikelola oleh kelompok kecil, dengan usaha kecil yang di kelola masyarakat setempat. Dengan demikian ekowisata sebenarnya berupaya mengembangkan sumber-sumber lokal dan peluang kerja lokal menjadi potensi-potensi wisata dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat serta sekaligus meningkatkan perhatian penduduk lokal dan pengunjung pada pelestarian alam.

Selain itu, ekowisata ditujukan untuk mengurangi pengaruh negatif pada alam dan sosial budaya masyarakat setempat serta mendukung perlindungan dan pelestarian alam dengan memberikan manfaat dari pengelolaan alam tersebut.