CITES LogoCITES (Convention on International Trade in Endangered Species) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa liar, merupakan suatu pakta perjanjian yang berlaku sejak tahun 1975. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978.

CITES merupakan satu-satunya perjanjian atau traktat (treaty) global dengan fokus pada perlindungan spesies tumbuhan dan stawa dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut. Read the rest of this entry »

Advertisements

Kawasan konservasi dalam arti yang luas, yaitu kawasan dimana konservasi sumber daya alam hayati dilakukan. Di dalam peraturan perundang-undangan Indonesia yang ada, tidak memuat definisi mengenai kawasan konservasi secara jelas. Adapun pengertian kawasan konservasi yang ditemukan dan digunakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam(PHKA), Departemen Kehutanan adalah “kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, taman buru dan hutan lindung”. Sementara itu istilah-istilah yang lebih dikenal adalah “kawasan lindung“. Read the rest of this entry »

IUCN Red List Online

The IUCN Red List of Threatened Species adalah daftar spesies terancam punah diseluruh dunia yang disusun oleh IUCN-The World Conservation Union untuk mempromosikan upaya konservasinya.

The IUCN Red List of Threatened Species memberikan gambaran taksonomi, status konservasi, dan penyebaran informasi taksa yang telah dievaluasi secara global dengan menggunakan Read the rest of this entry »

The World Conservation Union is the world’s largest and most important conservation network. The Union brings together 82 States, 111 government agencies, more than 800 non-governmental organizations (NGOs), and some 10,000 scientists and experts from 181 countries in a unique worldwide partnership. Read the rest of this entry »

Dalam model ekowisata, kegiatan pariwisata dikembangkan sebagai sebuah perjalanan (wisata) bertanggung jawab ke wilayah-wilayah alam, yang melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat (Western dalam Lindberg & Hawkins, 1993). Sedangkan menurut World Tourism Organization (WTO) dan United Nation Ecotourism Program (UNEP), ekowisata setidaknya harus melingkupi, tidak hanya memberi perhatian pada alam dan keutuhan ekologi, tetapi juga pada penduduk asli dan kultur umumnya di wilayah itu Read the rest of this entry »